Bagaimana Merencanakan Penelitian
Faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menyusun
perencanaan penelitian:
ü Etika
penelitian
Norma
atau standar perilaku yang memandu pilihan moral mengenai hubungan kita dengan
orang lain. Etika penelitian ini berkaitan erat dengan hak-hak dari berbagai
pihak seperti masyarakat, subjek, klien, dan peneliti. Masyarakat mempunyai hak
memperoleh informasi hasil penelitian yang penting, mengharap hasil penelitian
yang objektif dan mempunyai kebebasan pribadi.
Semua
subjek penelitian seharusnya mengetahui dan sadar bahwa ia mempunyai hak untuk
tidak berpartisipasi dalam penelitian. Semua individu harus diberi informasi
dan penjelasan yang cukup untuk menentukan apakah ia akan berpartisipasi
ataukah tidak,Subjek penelitian tidak dapat dan tidak boleh dipaksa untuk
berpartisipasi kepada penelitian.
Klien
mempunyai hak atas kerahasiaan. Hak
untuk mengharapkan penelitian yang berkualitas tinggi.
Peneliti
mempunyai hak untuk mengharap perilaku
etis dari klien hak untuk mengharap perilaku etis dari subjek penelitian
ü Kendala
Hukum
Setiap
penelitian tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku
ü Pelatihan
asisten penelitian
Tanggung
jawab asisten penelitian harus dijelaskan baik dengan lisan maupun tertulis
Beberapa perspektif yang
perlu dipertimbangkan dalam
perencanaan penelitian:
1. Jenis
penelitian berkaitan dengan tingkatannya:
• Eksploratif:
diprelukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai fenomena yang
diteliti.
• Deskriptif:
dilakukan agar peneliti dapat menggambarkan dengan lebih baik sifat-sifat yang
diketahui keberadaannya yang relevean dengan variabel-variabel yang diteliti.
• Pengujian
hipotesis: dilakukan agar peneliti dapat menjelaskan apabila manajer pemasaran
ingin mengetahui penjualan akan meningkat jika ia melipatgandakan dana iklan
- Metode pengumpulan data. Hal ini dilakukan untuk membedakan antar proses-proses pemantauan dan survei
3. Tujuan penelitian. Ada
3 tujuan penelitian:
•
Studi kausal yang
bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat
•
Studi korelasional yang
bertujuan untuk mengidentifikasikan adanya hubungan antara variabel yang
diteliti
•
Studi deskriptif yang bertujuan
untuk mencari tahu tentang siapa, apa, dimana, bilamana dan berapa banyak
4. Pengendalian
variabel-variabel oleh peneliti. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan
penelitian
- Dimensi waktu. Ada dua, yaitu:
- Studi silang tempat (cross-sectional): dilaksanakan satu kali dan mencerminkan potret dari suatu keadaan pada suatu saat tertentu
- Studi data berkala: dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu
6. Ruang
lingkup tupik pembahasan. Ada dua, yaitu:
a. Studi
statistik: berusaha mengetahui ciri-ciri populasi melalui penarikan kesimpulan
secara inferensi berdasarkan ciri-ciri sampel.
b. Studi
kasus: lebih menekankan pada analisis konteks secara penuh berdasarkan
peristiwa atau kondisi yang lebih sedikit dan hubungannya antara satu dengan
yang lain.
7. Lingkungan
penelitian. Ada dua, yaitu:
a. Lapangan
b. Laboratorium
8. Unit
analisis. Berkaitan dengan subjek penelitian
9. Persepsi
subjek. Persepsi subjek akan mempengaruhi hasil penelitian secara langsung
maupun tidak
Jenis Penelitian Menurut Pendekatan Analitik
Dilihat dari pendekatan analisisnya,
penelitian dibagi menjadi dua macam, yaitu: penelitian kuantitatif dan
penelitian kualitatif.
1. Jenis penelitian kuantitatif
Penelitian dengan pendekatan
kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang
diolah dengan metode statistik. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan
pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian
pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. Dengan metoda
kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi
hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya, penelitian kuantitaif
merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar.
Bila disederhanakan penelitian
berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi: penelitian
deskriptif dan penelitian inferensial.
a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif melakukan
analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan data
secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan.
Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat
fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu.
Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis
kecenderungan. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum. Jenis penelitian
deskriptif yang cukup dikenal adalah penelitian survei.
b. Penelitian inferensial
Penelitian inferensial melakukan
analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Dengan demikian,
kesimpulan penelitian jauh melebihi sajian data kuantitatif saja, dan
kesimpulannya adakalanya bersifat umum.
2. Jenis penelitian menurut pendekatan kualitatif
Penelitian dengan pendekatan kualitatif pada umumnya
menekankan analisis proses dari proses berfikir secara deduktif dan induktif
yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan
senantiasa menggunakan logika ilmiah. Penelitian kualitatif tidak berarti tanpa
menggunakan dukungan dari data kuantitatif, akan tetapi lebih ditekankan pada
kedalaman berfikir formal dari peneliti dalam menjawab permasalahan yang
dihadapi.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengembangkan
konsep sensitivitas pada masalah yang dihadapi, menerangkan realitas yang
berkaitan dengan penelusuran teori dari bawah (grounded theory), dan
mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi.
Jenis Penelitian Menurut Tujuan
Jenis penelitian menurut tujuan
terdiri dari:
1.Penelitian Eksploratif
Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian
yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat
saja berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu.
Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
Penelitian Eksploratif dapat
dilakukan dengan empat prosedur:
•
Teknik Informan Kunci (Key-informant
Technique): dilakukan dengan cara mencari dan mewawancarai beberapa orang
ahli atau informan kunci di bidang yang berhubungan dengan stuasi yang akan
diteliti
•
Focus Group Interview atau
Focus Group Discussion: dilakukan dengan membuat forum diskusi yang
biasanya terdiri dari 8 sampai 12 orang dan dimoderasi oleh seorang moderator
yang sudah terlatih dengan baik.
•
Analisis Data Sekunder
(Secondary-data Analysis): mengumpulkan data dari data yang sudah ada
atau sudah dipublikasikan.
•
Metode Studi Kasus (Case
Study Method): pengujian yang mendalam terhadap unit yang berkepentinga
2. Penelitian Pengembangan
Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk
mengembangkan aspek ilmu pengetahuan. Misalnya: penelitian yang meneliti
tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun.
3. Penelitian Verifikatif
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran
suatu fenomena. Misalnya saja, masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan
mampu mengobati penyakit mata dan kulit. Fenomena ini harus dibuktikan secara
klinik dan farmakologik, apakah memang air tersebut mengandung zat kimia yang
dapat menyembuhkan penyakit mata.
3 Jenis Penelitian Menurut Waktu
1. Penelitian Longitudinal
Penelitian longitudinal adalah
penelitian yang dilakukan dengan ciri: waktu penelitian lama, memerlukan biaya
yang relatif besar, dan melibatkan populasi yang mendiami wilayah tertentu, dan
dipusatkan pada perubahan variabel amatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini
secara umum bertujuan untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau
perubahan sesuatu hal, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu. Jenis
penelitian ini sering digunakan pada penelitian lingkup Epidemiologi dengan
beberapa rancangan yang khas, seperti kohort, cross-sectional, dan kasus
kontrol.
a.
Kohort
Penelitian kohort sering juga
disebut penelitian followup atau penelitian insidensi, yang dimulai
dengan sekelompok orang (kohor) yang bebas dari penyakit, yang diklasifikasikan
ke dalam sub-kelompok tertentu sesuai dengan paparan terhadap sebuah penyebab
potensial terjadinya penyakit atau outcome.
Penelitian kohort memberikan
informasi terbaik tentang penyebab penyakit dan pengukurannya yang paling
langsung tentang resiko timbulnya penyakit. Jadi ciri umum penelitian kohort
adalah:
a. dimulai dari
pemilihan subyek berdasarkan status paparan.
b. melakukan
pencatatan terhadap perkembangan subyek dalam kelompok studi amatan.
c. dimungkinkan
penghitungan laju insidensi (ID) dari masing-masing kelompok studi.
d. peneliti
hanya mengamati dan mencatat paparan dan penyakit dan tidak dengan sengaja
mengalokasikan paparan.
Oleh karena penelitian kohort
diikuti dalam suatu periode tertentu, maka rancangannya dapat bersifat
restropektif dan prospektif, tergantung pada kapan terjadinya paparan pada saat
peneliti mau mengadakan penelitian.
Rancangan penelitian kohort
prospektif, jika paparan sedang atau akan berlangsung, pada saat penelitian
memulai penelitiannya. Rancangan kohort retrospektif, jika paparan telah
terjadi sebelum peneliti memulai penelitiannya. Jenis penelitian ini sering
disebut sebagai penelitian prospektif historik.
b. Penelitian cross-sectional (Lintas-Bagian)
Penelitian lintas-bagian adalah
penelitian yang mengukur prevalensi penyakit. Oleh karena itu seringkali
disebut sebagai penelitian prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk
mempelajari hubungan penyakit dengan paparan dengan cara mengamati status
paparan dan penyakit secara serentak pada individu dari populasi tunggal pada
satu saat atau periode tertentu.
Penelitian lintas-bagian relatif lebih mudah dan murah
untuk dikerjakan oleh peneliti dan amat berguna bagi penemuan pemapar yang
terikat erat pada karakteristik masing-masing individu. Data yang berasal dari
penelitian ini bermanfaat untuk: menaksir besarnya kebutuhan di bidang
pelayanan kesehatan dari populasi tersebut. Instrumen yang sering digunakan
untuk memperoleh data dilakukan melalui: survei, wawancara, dan isian
kuisioner.
c. Penelitian Kasus Kontrol (case control)
Penelitian kasus kontrol adalah
rancangan epidemiologis yang mempelajari hubungan antara paparan (amatan
penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok
kontrol berdasarkan status paparannya. Ciri penelitian ini adalah: pemilihan
subyek berdasarkan status penyakitnya, untuk kemudian dilakukan amatan apakah
subyek mempunyai riwayar terpapar atau tidak. Subyek yang didiagnosis menderita
penyakit disebut: Kasus berupa insidensi yang muncul dari populasi, sedangkan
subyek yang tidak menderita disebut Kontrol.
Jenis Penelitian Menurut Rancangan
Ada beberapa jenis penelitian yang
didasarkan pada rancangan yang digunakanuntuk memperoleh data, misalnya
penelitian korelasional, kausal-komparatif, eksperimen, dan penelitian tindakan
(action research).
1. Penelitian Korelasional (correlational research)
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi
sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan
variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien
korelasi.
Contoh penelitian korelasional yang umum dilakukan:
- Studi yang mempelajari hubungan antara skor pada test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi semester pada mahasiswa STIKes di Wilayah Jawa Barat.
- Studi analisis faktor mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan, pendidikan, dan status sosial dengan pemilihan jenis persalinan di desa tertinggal.
2. Penelitian Kausal-Komparatif (causal-comparative
research)
Tujuan penelitian kausal-komparatif
adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan berdasar atas
pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin
menjadi penyebab melalui data tertentu.
Penelitian kausal-komperatif bersifat ex post facto,
artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung
(lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat sebagai “dependent variable”
dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari
sebab-sebab, saling hubungan, dan maknanya.
3.Penelitian Eksperimental-Sungguhan (true-experimental
research)
Tujuan penelitian eksperimental
sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat
dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dengan
satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu
atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.
Ciri utama dari penelitian eksperimen meliputi:
- Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib-ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi (pengaturan secara rambang).
- Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenai perlakuan eksperimental.
- Memusatkan usaha pada pengontrolan varians dengan cara: pemilihan subyek secara acak, penempatan subyek dalam kelompok-kelompok secara rambang, dan penentuan perlakuan eksperimental kepada kelompok secara rambang.
- Validitas internal merupakan tujuan pertama metode eksperimental.
- Tujuan ke dua metode eksperimental adalah validitas eksternal.
- Dalam rancangan eksperimental yang klasik, semua variabel penting diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi.
4. Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental
research)
Tujuan penelitian eksperimental-semu
adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang
dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak
memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang
relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada
validitas internal dan validiti eksternal rancangannya dan berbuat sesuai
dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.
Ciri penelitian eksperimen semu meliputi:
a. Penelitian
eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang di dalamnya
adalah tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan kecuali
beberapa dari variabel tersebut.
b. Subyek
penelitian adalah manusia, misalnya dalam mengukur aspek minat, sikap, dan
perilaku.
c.
Tetap dilakukan randomisasi untuk
sampel, sehingga validitas internal masih dapat dijaga.
5. Penelitian Tindakan (action research)
Penelitian tindakan bertujuan
mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan
untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia
aktual yang lain.
Contoh penelitian tindakan misalnya adalah:
a. Penelitian tentang pelaksanaan suatu program inservice
training untuk melatih para konselor bekerja dengan anak putus sekolah;
b. Penelitian untuk menyusun program penjajagan dalam
pencegahan kecelakaan pada pendidikan pengemudi;
c. Penelitian untuk memecahkan masalah apatisme dalam
penggunaan teknologi modern atau metode menanam padi yang inovatif.
Ciri penelitian tindakan adalah:
- Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja.
- Menyediakan rangka-kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan baru.
- Penelitian mendasarkan diri kepada observasi aktual dan data mengenai tingkah laku, dan tidak berdasar pada pendapat subyektif yang didasarkan pada pengalaman masa lampau.
- Fleksibel dan adaptif, membolehkan perubahan selama masa penelitiannya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on-the spot experimentation dan inovasi.
Daftar Pustaka
Hs, Widjono. 2007. Bahasa
Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta
: Grasindo.
Jumanta. Tanpa Tahun. Penalaran Dalam Proses
Penulisan Ilmiah. Dalamhttp://jumanta.com/download/doc_download/15-pertemuan7c-proses-penalaran-ilmiah.html
Prayogi, Aryo. 2011. Penulisan Ilmiah. Dalam http://aryonelmessi.wordpress.com/2011/02/24/penulisan-ilmiah-2/
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo.
Sarwono, Jonathan. 2010. Pintar Menulis Karangan Ilmiah - Kunci Sukses dalam Menulis Ilmiah. Yogyakarta
: Andi Offset.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar